Ciremai via Palutungan: Ketika Langit Terasa Lebih Dekat

Bagikan artikel ini

Saya dan teman berangkat dari Basecamp Palutungan siang hari. Bukan waktu yang ideal menurut banyak orang tapi itulah yang terjadi. Rencana jarang berjalan sempurna kalau sudah urusan gunung.

Ciremai sudah lama ada di daftar. 3.078 mdpl, tertinggi di Jawa Barat. Bukan karena ingin pamer sudah ke sana tapi karena ada sesuatu yang menarik dari gunung yang namanya sering disebut orang Sunda dengan nada hormat.

Memulai dari Palutungan

Basecamp Palutungan ada di Desa Cisantana, Cigugur, Kuningan. Sekitar 12 km dari pusat kota. Tempatnya bersih, ada warung, toilet, dan parkiran yang cukup luas.

Registrasi dulu, bayar tiket Rp 20.000 per orang, lalu jalan.

Awalnya jalur terasa ramah melewati kebun warga, hutan pinus, aroma tanah basah. Saya pikir ini tidak akan seberat yang orang-orang ceritakan.

Ternyata saya salah.

Pos 1 Cigowong – Jangan Lewatkan Air di Sini

Sekitar 1 sampai 1,5 jam dari basecamp, kami tiba di Pos 1 Cigowong di ketinggian 1.675 mdpl. Ada mata air di sini dan ini adalah sumber air terakhir yang bisa diandalkan sebelum puncak.

Isi semua botol. Serius.

Kami sempat istirahat sebentar, makan sedikit, sebelum melanjutkan perjalanan.

Pos 2 dan 3 – Di Sinilah Betis Mulai Bicara

Dari Pos 2 Kuta (1.920 mdpl) sampai Pos 3 Pangalap (2.265 mdpl), tanjakan mulai tidak main-main. Hutan masih lebat, tapi jalur makin curam. Napas makin pendek, langkah makin pelan.

Saya ingat di suatu titik antara Pos 2 dan 3, teman saya bilang, “Kita masih jauh ya?”

Saya tidak menjawab. Karena jawabannya iya.

Pos 4 dan 5 – Ujian Sebenarnya

Pos 4 Arban di 2.550 mdpl dan Pos 5 Tegal Masarif di 2.800 mdpl adalah bagian yang paling menguras segalanya – fisik, mental, dan sedikit rasa humor.

Medannya berbatu, tanjakan hampir vertikal di beberapa bagian, dan suhu mulai turun drastis. Angin mulai terasa menggigit.

Di sini saya berhenti lebih sering dari yang saya inginkan. Dan saya rasa itu tidak apa-apa.

Puncak – Akhirnya

Dari Pos 5 ke puncak butuh sekitar 30 sampai 60 menit lagi. Tapi rasanya lebih panjang dari itu.

Ketika akhirnya sampai di tepi kawah Ciremai saya hanya diam beberapa saat. Kawahnya dalam, dindingnya curam, dan awan ada di bawah kami. Bukan di atas. Di bawah.

Tidak ada kata yang cukup untuk menggambarkan momen itu. Jadi saya tidak akan mencoba.

Beberapa Hal yang Perlu Kamu Tahu

Isi air penuh di Pos 1 Cigowong karena setelah itu tidak ada sumber air sampai puncak. Bawa minimal 3 liter. Siapkan jaket tebal karena suhu puncak bisa 5 sampai 8 derajat Celsius bahkan di siang hari. Trekking pole sangat membantu terutama saat turun lutut akan berterima kasih. Kalau bisa, mulailah lebih pagi dari yang kami lakukan.

Penutup

Ciremai via Palutungan bukan jalur untuk yang baru pertama kali mendaki. Tapi kalau kamu sudah cukup siap perjalanan ini akan memberikan sesuatu yang susah dijelaskan tapi mudah dirasakan.

Dan itu sudah cukup.

Tinggalkan komentar